CEO Snapchat Klaim Instagram Membuat Pengguna Sedih

Pada akhir 2018 lalu, CEO Snapchat, Evan Spiegel, sempat menyatakan kalimat sensasional. Ia mengatakan bahwa Instagram bisa membuat orang-orang menjadi sedih, dan secara tidak langsung juga mengatakan bahwa Snapchat tidak berdampak seperti itu.

“Menggunakan Instagram membuat pengguna merasa tak puas dengan diri sendiri. Sangat menyeramkan mereka harus berkompetisi untuk popularitas.” Ucap Spiegel di sebuah panggung konferensi. Asumsi itu lahir karena Instagram memiliki fitur like dan follower, sedangkan Snapchat tidak. Ini membuat pengguna frustasi.

Namun pernyataan tersebut dibantah oleh data yang dikeluarkan Snap. Snap merilis hasil penelitian tentang perasaan pengguna di berbagai media sosial. Hasil yang keluar berbanding terbalik karena skor indeks untuk Instagram terbilang positif. Menurut data tersebut, pengguna merasa terinspirasi, kreatif, terhibur, bahkan terasa menyenangkan saat berselancar di Instagram.

Tetapi Instagram juga memiliki kesan negatif seperti kecenderungan fokus terhadap diri sendiri (self-conscious).  Asisten professor di The Ohio State University, Joseph Bayer, dimana ia merupakan kepala tim penelitian, juga tak bisa mengatakan bahwa Instagram lebih berdampak buruk ketimbang Snapchat.

Sumber :

https://tekno.kompas.com/read/2019/01/12/18560007/ceo-snapchat-sebut-instagram-membuat-sedih-benarkah-