Gojek Berhasil Menyumbang Rp 44,2 Triliun untuk Perekonomian RI

Sebagai perusahaan rintisan digital, Gojek dinilai memberikan kontribusi signifikan kepada perekonomian nasional. Pengamat Transportasi Djoko Setijwarno juga menilai keberadaan Gojek sebagai transportasi daring ini membuka banyak lahan pekerjaan.

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan juga menilai bahwa Gojek berhasil menjawab kekhawatiran selama ini yang mengatakan bahwa kehadiran start-up sekelas unicorn maupun decacorn seperti Gojek bisa membawa pendapatan ke luar negeri.

“Dari unicorn menjadi decacorn, Gojek menjadi model di Indonesia dan juga internasional. Siapa bilang uang kita lari keluar? Tapi sebaliknya, uang dari luar justru masuk ke kita,” ujar Luhut.

Gojek memberi sumbangan kepada ekonomi Indonesia sebesar Rp 44,2 triliun lebih. Lebih jauh juga ia mengatakan bahwa prospek Indonesia sebagai pasar digital diperkirakan akan semakin besar dan mencapai US$ 100 miliar pada tahun 2025.

Berdasarkan laporan App Annie yang memiliki judul “The State of Mobile 2019”, Gojek menjadi aplikasi on-demand di Indonesia dengan pengguna bulanan terbanyak. Tak hanya itu, Gojek juga berhasil menjadi brand tip of mind berdasarkan data lembaga independen global, Yougov.

Bahkan berdasarkan Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2018 juga mengatakan bahwa layanan Go Food bisa menyumbang Rp 18 triliun terhadap perekonomian Indonesia, hal ini membuat Gojek tercatat sebagai layanan bisnis digital terbesar nomer tiga di Asia Tenggara.

Sumber :

https://teknologi.bisnis.com/read/20190414/84/911635/gojek-sumbang-rp442-triliun-kepada-ekonomi-ri