Penggunaan Teknologi Facial Recognition akan dilarang di San Fransisco

Di Amerika Serikat, tepatnya San Fransisco, merupakan wilayah yang dihuni oleh berbagai perusahaan teknologi kenamaan dunia karena memiliki Silicon Valley. Silicon Valley merupakan markasnya perusahaan teknologi mulai dari Google, Apple, Facebook, Intel, Oracle, Adobe, Cisco, hingga Netflix. Walau begitu, baru-baru ini San Fransisco melarang penggunaan teknologi facial recognition (pemindai wajah) kepada warga sipil.

Dewan Pengawas San Fransisco menyetujui larangan penggunaan teknologi pemindai wajah oleh lembaga-lembaga pemerintah termasuk pihak kepolisian. Dari voting yang sudah dilakukan, terdapat delapan suara pengawas yang mendukung, satu menolak, dan dua abstain.

Jika pada pemungutan suara kedua yang diadakan pada pecan depan terlaksana, maka aturan ini akan dijadikan sebagai undang-undang kota. Kendati demikian, terdapat pro-kontra dari pelarangan teknologi pemindai wajah ini. Golongan pro menganggap bahwa langkah ini diambil terkait dengan kekhawatiran provasi dan kebebasan warga sipil. Sedangkan untuk kontra mereka menilai bahwa ini membahayakan keselamatan orang dan menghambat upaya memerangi kejahatan.

Pelarangan teknologi pemindai wajah ini menjadikan San Fransisco kota pertama di Amerika Serikat yang merlarang pemanfaatan teknologi terbaru ini.

“San Fransisco menyatakan bahwa teknologi pengawasan wajah tidka sesuai dengan demokrasi yang sehat dan warga berhak menyuarakan keputusan tentang pengawasan teknologi tinggi, “ujar Matt Cagle dari American Civil Liberties Union yang dikutip dari BBC.

Sumber :

https://inet.detik.com/cyberlife/d-4552817/san-francisco-larang-penggunaan-teknologi-facial-recognition?_ga=2.161642751.235542349.1558321086-1345763861.1554867943