Teknologi Ini Bisa Membuat Otak Lansia Bekerja Seperti Baru Berumur 20 Tahun

Sebuah teknologi baru dengan cara menstimulasi otak dipercaya bisa membuat kinerja otak lansia menjadi layaknya remaja berumur 20 tahunan.

Pemaparan teknologi ini terdapat dalam jurnal yang diterbitkan oleh Nature Neuroscience. Selain itu itu ilmuwan sudah mengujicoba teknologi ini kepada sukarelawan. Uji coba ini melibatkan 42 sukarelawan yang terdiri dari sukarelawan yang berusia 20-29 tahun dan juga lansia yang berumur 60-76 tahun. Tugas yang harus dilakukan adalah uji memory task (mengingat).

Dikutip dari Mirror, teknologi ini akan menstimulasi dua area di otak lansia dengan ritme spesifik dimana kinerja otak lansia dipercaya akan bisa lebih ringan dan berpikir layaknya remaja. Namun, teori ini dianggap lebih dini karena baru bisa diaplikasikan ke lansia dengan kondisi kesehatan yang prima.

Teknologi ini akan dinamakan electroencephalography (EEG) yang akan digunakan untuk kebutuhan para lansia yang memiliki penyakit dementia dan juga alzheimer. Ilmuwan juga akan menggunakan teknologi lainnya bernama transcranial alternating-curret stimulation (tACS) untuk menstimulasi otak sekelompok lansia dan remaja.

Saat otak terstimulasi, kinerja otak lansia akan meningkat, ini akan terlihat saat mereka mencoba uji ingatan. Efek stimulasi ini hanya bertahan 50 menit. Tanpa menstimulasi otak, lansia akan berpikir lebih lambar dan kurang akurat ketimbang dengan otak remaja dan juga dewasa.

Sumber :

https://www.liputan6.com/tekno/read/3938171/berkat-teknologi-ini-otak-lansia-bisa-bekerja-layaknya-remaja-20-tahun